~*~KALiMAH TAUHiD~*~







~**~TiADA TUHAN KECUALi ALLAH, MUHAMMAD RASULULLAH pd SETiAP KERLiPAN & PD SETiAP NAFAS Sbyk LuasNYA APA YG ADA pd iLMU ALLAH ~**~

~*~SOLATLah KiTa, Sebelum KiTa diSOLATkan~*~


~*~PLS OPEN this WEB with MOZILLA FIREFOX or INTERNET EXPLORER...for BEST Results, Tq (^^,)

AL_QURAN Video+ TerJemahan

~*~*~*~

HADIS ~ PESANAN RASUL KITA, UTK UMATNYA TERSAYANG!!!

~*~*~*~*~*~*~*~*~*[PerHaTiKan MuTiARA KATANYA]
~~*~~[PerHaTiKan MuTiARA KATANYA]
~~**~~[PerHaTiKan MuTiARA KATANYA]
~~***~~[PerHaTiKan MuTiARA KATANYA]
~*~*~*~* ~*~ ~*~
PESAN Rasululah S.A.W
“Sesungguhnya PALING diRASA BERAT oleh seOrg MUNAFIK, ADALAH melaksanakan SOLAT ISYA' dan SOLAT SUBUH. Sekiranya mereka tahu akan ke AGUNGAN PAHALAnya, NISCAYA mereka mendatanginya (ke MASJID, SOLAT berJEMAAH) sekalipun dlm keadaan MERANGKAK2
(HR Bukhari Muslim)

~*~ “Sesungguhnya ALLAH akan mgumpulkan Org2 MUNAFIK dan 0rg2 KAFIR di dlm JAHANNAM
(An Nisa:140).

SOLAT BERJEMAAH LEBIH TINGGI 27 DERAJAT DIBANDING SOLAT SENDIRI“
(HR Bukhari – Muslim)

~*~ Download Audio Kuliah
***
~***~أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا (Setelah diterangkan) APAKAH mereka[KAMU] SENGAJA tidak berUSAHA MEMAHAMI serta meMIKIRkan isi Al-QURAN? ATAU HATI mereka TERKUNCI RAPAT (yg mghalangnya drpda MENERIMA AJARAN Al-QURAN)? (QS Muhamad: 24) ~*~*~***~

Tuesday, July 19, 2016

Bicara Persamaan Hindu dan Islam ~ Dr Zakir Naik


https://www.youtube.com/watch?v=TFFASRa9Of0

Jurnalis Independen: Yang paling populer di kalangan agama-agama Arya adalah Hindu. 'Hindu' sebenarnya adalah sebuah kata Persia yang berdiri untuk penduduk daerah luar Lembah Indus. Namun, dalam bahasa umum, Hindu adalah istilah selimut untuk bermacam-macam keyakinan agama, yang sebagian besar didasarkan pada Veda, Upanishad dan Bhagavad Gita.


II PENGANTAR ABJAD HINDU.

Ada beberapa kitab suci Hindu. Di antaranya adalah Weda, Upanishad dan Purana.

1. Veda:

1. Kata Veda berasal dari vid yang berarti tahu, keunggulan pengetahuan par atau kebijaksanaan suci. Ada empat divisi utama Veda (walaupun menurut jumlah mereka, mereka berjumlah 1.131 dari mana sekitar selusin tersedia). Menurut Maha Bhashya dari Patanjali, ada 21 cabang Rgveda, 9 jenis Atharvaveda, 101 cabang Yajurveda dan 1000 dari Samveda).

2. Rgveda, yang Yajurveda dan Samveda dianggap lebih banyak buku kuno dan dikenal sebagai Trai Viddya atau 'Tiga Sciences'. Rgveda adalah yang tertua dan telah disusun dalam tiga periode panjang dan waktu yang berbeda. The 4th Veda adalah Atharvaveda, yang tentu kemudian hari.
 
 3. Tidak ada pendapat bulat mengenai tanggal kompilasi atau wahyu dari empat Veda. Menurut Swami Dayanand, pendiri Arya Samaj, Veda terungkap 1310000000 tahun lalu. Menurut ulama lain, mereka tidak berusia lebih dari 4000 tahun.

4. pendapat Demikian pula, ada perbedaan mengenai tempat di mana buku-buku ini disusun dan Resi yang diberi ayat-ayat ini. Meskipun perbedaan ini, Veda dianggap paling otentik dari Kitab Suci Hindu dan dasar nyata dari Hindu Dharma.


https://www.youtube.com/watch?v=i37NrDJ3DDk

2. Upanishad:

1. Kata 'Upanishad' berasal dari Upa artinya dekat, Ni yang berarti turun dan Shad berarti duduk. Oleh karena itu 'Upanishad' berarti duduk dekat. Kelompok murid duduk di dekat guru untuk belajar dari dia doktrin rahasia.

Menurut Samkara, 'Upanishad' berasal dari akar kata Sad yang berarti 'untuk melonggarkan', 'mencapai' atau 'menghancurkan', dengan Upa dan ni sebagai awalan; Oleh karena itu 'Upanishad' berarti Brahma-Pengetahuan dimana ketidaktahuan lepas atau hancur.


2. Jumlah Upanishad melebihi 200 meskipun tradisi India meletakkannya di 108. Ada 10 Upanishad utama. Namun, beberapa menganggap mereka untuk menjadi lebih dari 10, sementara yang lain 18.

3. Vedanta berarti awalnya Upanishad, meskipun kata tersebut sekarang digunakan untuk sistem filsafat berdasarkan Upanishad. Secara harfiah, Vedanta berarti akhir dari Veda, Vedasua-antah, dan kesimpulan serta tujuan Veda. Upanishad adalah bagian penutup dari Veda dan kronologis mereka datang pada akhir periode Weda.

  4. Beberapa Pakar menganggap Upanishad lebih unggul Veda.


3. Purana:

Selanjutnya dalam rangka keaslian adalah Purana yang merupakan kitab suci yang paling banyak dibaca. Hal ini diyakini bahwa Purana berisi sejarah penciptaan alam semesta, sejarah suku Arya awal, cerita kehidupan ulama dan dewa Hindu. Hal ini juga percaya bahwa Purana adalah buku seperti Veda, yang terungkap bersamaan dengan Veda atau kadang dekat dengan itu terungkap.

Maharishi Vyasa telah membagi Purana menjadi 18 bagian tebal. Ia juga mengatur Veda dalam berbagai kepala.

Kepala di antara Purana adalah sebuah buku yang dikenal sebagai Bhavishya Purana. Hal ini disebut demikian karena diyakini memberikan penjelasan tentang peristiwa masa depan. Orang-orang Hindu menganggap itu sebagai firman Allah. Maharishi yasa dianggap hanya penyusun buku.

4. Itihaas:

Kedua epos Hindu adalah Ramayana dan Mahabharata.

A. Ramayana:

Menurut Ramanuja, sarjana besar Ramayana, ada lebih dari 300 jenis Ramayana: Tulsidas Ramayana, Kumbha Ramayana. Meskipun garis besar Ramayana sama, rincian dan isinya berbeda.

Valmiki di Ramayana:

Berbeda dengan Mahabharata, Ramayana tampaknya menjadi karya satu orang - orang bijak Walmiki, yang mungkin terdiri dalam abad ke-3 SM. Its recension paling terkenal (oleh Tulsi Das, 1532-1623) terdiri dari 24.000 bait berirama garis 16-suku kata disusun dalam 7 buku.
 Puisi ini menggabungkan banyak legenda kuno dan mengacu pada kitab suci Veda. Ini menggambarkan upaya Kosala ahli waris, Rama, untuk mendapatkan kembali tahtanya dan menyelamatkan istrinya, Sita, dari setan Raja Lanka.

Valmiki di Ramayana adalah tradisi epik Hindu yang paling awal versi sastra adalah puisi Sanskerta dikaitkan dengan bijak Walmiki. Karakter utamanya dikatakan untuk menyajikan model ideal perilaku pribadi, keluarga, dan sosial dan karenanya dianggap contoh Dharma, prinsip tatanan moral.

B. Mahabharata:

Inti dari Mahabharata adalah perang delapan belas hari terjadi antara Korawa, seratus anak-anak Dretarastra dan Pandawa, lima anak-anak Pandu. Epik memerlukan semua keadaan terkemuka upto perang. Terlibat dalam pertempuran Kurukshetra ini hampir semua raja India bergabung salah satu dari dua belah pihak. Hasil perang ini adalah kehancuran total dari Korawa dan partai mereka. Yudhistira, kepala Pandawa, menjadi raja berdaulat Hastinapura. Kemenangannya seharusnya melambangkan kemenangan kebaikan atas kejahatan. Tetapi dengan kemajuan tahun, hal-hal baru dan episode yang berkaitan dengan berbagai aspek kehidupan manusia, sosial, ekonomi, politik, moral dan agama sebagai fragmen juga legenda heroik lainnya datang untuk ditambahkan ke inti tersebut di atas dan fenomena ini berlangsung selama berabad-abad sampai diperoleh bentuk ini. Mahabharata merupakan literatur keseluruhan bukan dari satu karya tunggal dan terpadu, dan berisi banyak hal aneka.

C. Bhagavad Gita:

Bhagavad Gita adalah bagian dari Mahabharata. Ini adalah saran yang diberikan oleh Krishna kepada Arjun di medan perang Kurukshetra. Ini berisi esensi Veda dan adalah yang paling populer dari semua Kitab Suci Hindu. Ini berisi 18 bab.

Bhagavad Gita adalah salah satu yang paling banyak dibaca dan dihormati karya suci bagi umat Hindu. Ini adalah buku utama kebaktian mereka, dan telah selama berabad-abad menjadi sumber utama inspirasi agama selama ribuan umat Hindu.

Gita adalah puisi yang dramatis, yang merupakan bagian kecil dari epik besar, Mahabharata. Hal ini termasuk dalam buku keenam (Bhismaparvan) dari Mahabaharata dan dokumen satu peristiwa kecil dalam sebuah cerita epik besar.

Bhagavad Gita bercerita tentang krisis moral yang dihadapi oleh Arjuna, yang diselesaikan melalui interaksi antara Arjuna, seorang prajurit Pandawa ragu sebelum pertempuran, dan Krishna, kusir dan gurunya. Bhagavad Gita menceritakan kejadian singkat di cerita utama persaingan dan akhirnya perang antara dua cabang dari keluarga kerajaan. Dalam insiden singkat - jeda di medan perang seperti pertempuran akan segera dimulai - Krishna, satu kepala di satu sisi (juga diyakini sebagai Tuhan yang menjelma), disajikan sebagai menanggapi keraguan Arjuna. Puisi adalah dialog di mana keraguan Arjuna diselesaikan oleh ajaran Krishna.

WallahHu'Alam. 


Sumber: http://suaratuhan.blogspot.my/2015/02/dr-zakir-naik-bicara-persamaan-hindu.html

. .
~*~*~*~

Hindu dan Islam Ternyata punya kesamaan ?

Hindu dan Islam Ternyata punya kesamaan ?
September 10, 2007 oleh rkh
Hindu dan Islam ternyata memang sama ? Kebanyakan umat Hindu dan umat Islam mungkin juga akan terkejut membaca kalimat tersebut, seperti juga saat membaca tulisan saya tempo hari “Muhammad adalah nabi umat Hindu ?”. Tulisan ini memang saya buat sebagai kelanjutan dari tulisan itu yg memang sudah saya janjikan untuk saya buatkan kelanjutannya.


Mungkin tidak seorangpun yg pernah membayangkannya, tidak juga saya sendiri. Hal ini saya dapatkan dalam sebuah ceramah dari Dr. Zakir Naik, seorang ulama perbandingan agama kelas dunia yg berasal dari India, seorang ulama yg terkenal sangat brillian, dimana dalam setiap ceramah ataupun diskusi/debat ilmiah tentang agama, dia selalu dapat menyebutkan dalil2x yg tepat untuk setiap permasalahan yg merujuk pada kitab2x suci agama Islam, Yahudi, Kristen, dan Hindu, dimana semuanya dia menyebutkan secara hapal diluar kepala, dan dilakukan di hadapan masing2x umat agama2x tersebut termasuk ulama2x dan pendeta2xnya.
Hal itu tidak mungkin berani ia lakukan kalau memang tidak mempunyai kemampuan untuk memahami & menghapal masing2x kitab suci tersebut (meskipun mungkin utk kitab2x selain Al-Qur’an tidak 100% hafal). Itupun mungkin masih ada kitab2x agama lain lagi yg juga ia juga paham & hapal isinya, misalnya kitab2x agama Budha, yg hal ini belum saya ketahui karena belum pernah melihat ceramahnya atau debat ilmiah religi-nya yg berhubungan dg agama Budha, kalau yg berhubungan dg agama Islam, Kristen, Yahudi, dan Hindu, saya sudah melihatnya sendiri.

Ada satu hal yg menjadi dasar apabila kita ingin untuk mengetahui ajaran dari suatu agama dg lebih baik, yaitu dari kitab suci-nya. Ya benar, kitab suci-nya. Hal ini juga membuat saya teringat saat SD dulu pernah diajarkan bahwa syarat sebuah ajaran/kepercayaan dapat dikatakan sebagai agama, adalah adanya kitab suci. Tanpa itu tidak layak sebuah ajaran/kepercayaan dipandang sebagai sebuah agama.
Orang dapat mengatakan agamanya mengajarkan ini dan itu, bahwa mereka harus mempercayai dan melakukan ini dan itu, tapi jika itu semua ternyata berbeda atau bertentangan dg apa yg disebutkan dalam kitab sucinya, maka semua yg dipercayai atau dijalankan itu mungkin saja tidak akan ada gunanya. Karena dalam agama apapun selalu ada (sedikit atau banyak) pengaruh kebudayaan atau bahkan pemikiran/ajaran yg dianggap orang menjadi bagian dari ajaran agama tsb, tapi ternyata bukan seperti itu yg diajarkan dalam kitab sucinya. Dan ternyata bila kita membaca dan mempelajari suatu agama langsung dari kitab sucinya, kita akan menemui hal2x yg sangat menarik yg mungkin sangat berbeda dari pemahaman kita semula tentang suatu agama, seperti yg sudah dilakukan dg sangat baik oleh ulama2x besar perbandingan agama seperti Ahmed Deedat dan Zakir Naik, seperti topik utama yg akan kita bahas dalam tulisan ini.

Definisi Hindu
Agama Hindu adalah sebuah agama yg berasal dari daratan India, kemudian baru menyebar ke seluruh dunia. Sesungguhnya kata Hindu memiliki definisi geografis, yaitu orang atau keadaan orang yg menghuni di sekitar sungai Sindu. Menurut ahli sejarah, kata Hindu pertama kali dipergunakan oleh orang Persia ketika pertama datang ke India melalui jalan sebelah barat laut Himalaya. Menurut Encyclopedia of Religion and Ethics vol. 6 ref 699 : kata Hindu tidak ada disebutkan dalam setiap literatur India, bahkan dalam kitab sucinya sendiri sebelum orang Muslim datang ke India.
Menurut Jawaharlal Nehru dalam bukunya : Discovery of India page : 74 – 75 –> kata Hindu pertama kali digunakan pada abad ke 8 pada masa Persia, dan tidak pernah digunakan untuk menerangkan pengikut agama tertentu, tapi untuk menunjukkan suatu komunitas masyarakat. Dan kata Hindu pertama kali digunakan oleh orang Inggris untuk menunjukkan kepercayaan sebagian besar orang India.
Menurut Encyclopedia Britanica vol. 20 Ref. 581 : kata Hindu pertama kali digunakan oleh penulis Inggris pada tahun 1830 untuk menggambarkan keadaan dan kepercayaan orang India. Dan karena berasal dari orang Inggris, maka kata itu sekarang menjadi bahasa Inggris.
Sebenarnya orang Hindu terpelajar keberatan thd penggunaan kata itu, karena menurut mereka itu salah kaprah. Seharusnya nama agama Hindu adalah : Sanata Dharma (agama yg abadi), Vedic Dharma (agama Weda), atau Vedantist (pengikut Weda). Hal ini karena kata Sanata Dharma, Vedic, ataupun Vedantist memang ada tersebut dalam kitab2x suci Hindu. Apalagi saat ini agama Hindu sudah menyebar ke seluruh dunia, bukan hanya menjadi kepercayaan yg dianut oleh orang India saja.

Definisi Islam
Islam berasal dari kata bahasa arab “salam” yg artinya “damai”, atau kata “Slim” yg artinya penyerahan diri pada Tuhan. Jadi Islam berarti : kedamaian yg didapat karena penyerahan diri pada Tuhan. Dan semua yg menyerahkan diri kepada Tuhan disebut muslim.
Kata Islam banyak terapat dalam Qur’an dan hadits nabi spt di QS. Al-Baqarah(2) : 208, sedangkan kata muslim banyak juga terdapat dalamQur’an & hadits spt pada QS. Ali Imran(2) : 64
Sebenarnya menurut kepercayaan agama Islam, adalah salah kalau mengatakan Islam adalah sebuah agama yg didirikan oleh nabi Muhammad. Islam sudah ada sejak dahulu, sejak manusia pertama ada di bumi ini. Nabi Muhammad bukanlah pendiri Islam, melainkan penutup para nabi. Jadi sebelum nabi Muhammad telah ada banyak nabi2x yg lain yg juga mengemban amanat Tuhan untuk menyebarkan ajaran agama dari Tuhan.
Konsep Tuhan dalam Hindu
Menurut orang Hindu awam, Tuhan bisa ada 1, 10 ,100, 1000, atau mungkin sejuta. Tapi kalangan Hindu yg terpelajar (umat Hindu yg mempelajari kitab suci & sejarah Hindu) akan mengatakan bahwa ajaran Hindu hanya percaya pada satu Tuhan.
Kebanyakan umat Hindu menganut paham Phanteism/Fantaisme (Pancaran), yaitu “Everything is God” (semua adalah Tuhan). Matahari, bulan, bintang, bahkan ular-pun dianggap Tuhan. Sedang umat Islam menganut paham “Everything is God’s” (semuanya milik Tuhan). Pohon, manusia, bumi, bulan, bintang, dll. semua adalah milik Tuhan. Dalam Hindu –> God, dalam Islam –> God’s, perbedaannya hanya pada “’s”. Maka jika umat Hindu & Islam sepakat pada “’s” ini maka mereka akan bersatu.
Kitab suci Hindu
Kitab Hindu terbagi dalam 2 kategori besar, yaitu : Sruti dan Smiriti. Sruti = sesuatu yg diturunkan, yg didengar, yg dirasakan, dan yg dipahami. Inilah yg diakui oleh cendekiawan Hindu sebagai wahyu Tuhan dan derajatnya lebih tinggi dari kitab2x lain. Sruti terbagi dua yaitu : Weda dan Upanishad.
Veda diambil dari kata sansekerta “ved” yg artinya : pengetahuan. Jadi Weda artinya : pengetahuan yg sangat mulia.
Veda dibagi menjadi :
  • Rigveda –> inti weda
  • Yajurveda –> tentang mantra
  • Samaveda –> tentang melodi
  • Atharva veda –> formula magis
Veda dianggap paling dijamin keasliannya & paling di kramatkan, serta dianggap bernilai wahyu dari Tuhan. 
  Usia yg pasti dari kitab ini tidak ada yg tahu, ada bermacam-macam pendapat. Dari yg bilang sudah 1310 juta tahun, sampai ada juga yg mengatakan hanya sekitar 400 tahun saja. Siapa yg menulis, diturunkan pada siapa, kapan pertama kali diturunkan, tidak ada yg tahu.
Kitab “kelas dua” setelah Sriti adalah Smriti. Smriti artinya ingatan. “sm” berarti mengingat. Cendekiawan Hindu mengatakan kitab ini bukan dari Tuhan, tapi buatan manusia sebagai petunjuk hidup sehari-hari. Ada juga kitab itihas – epik, ada 2 epik besar yaitu : Ramayana & Mahabarata yang mengisahkan tentang peperangan.
Ayat2x tentang Tuhan dalam kitab Hindu
Dalam kitab Upanishad :
  • Chandogya Upanishad Ch. 6 Sec. 2 V. 1 menyatakan bahwa Tuhan hanya ada satu.
  • Shvetashatara Upanishad Ch. 6 V. 9 menyatakan bahwa Tuhan itu tidak punya ibu dan bapak, Dia tidak punya tuan dan pelindung.
  • Shvetashatara Upanishad Ch. 4 v. 19 menyatakan bahwa Tuhan itu tidak ada sesuatupun yg menyerupai Dia
  • Shvetashatara Upanishad Ch. 4 v. 19 menyatakan bahwa Tuhan tidak bisa dilihat. Tidak ada orang yg mampu melihat dg mata.
Dalam kitab suci Hindu yg paling sering dibaca orang yaitu Bhagavad Gita :
  • Bhagavat Gita Ch. 10 V. 3 menyatakan bahwa Dia tidak dilahirkan, tak ada permulaan, Tuhan seru sekalian alam.
Dalam kitab utama Hindu, Veda :
  • Yajurveda Ch. 32 V. 3 menyatakan bahwa tidak ada rupa bagi Tuhan, Dia tidak pernah dilahirkan, Dia yg berhak disembah
  • Yajurveda Ch. 40 V. 8 menyatakan bahwa Tuhan tidak berbentuk dan dia suci
  • Yajurveda Ch. 40 V. 9 menyatakan bahwa “Andhatma pravishanti” artinya memasuki, dan “assambhuti” artinya benda/alam seperti api, air, dan udara. Maksudnya mereka yg menyembah benda/alam spt api, air, udara, telah masuk kedalam kegelapan
  • Atharvaveda Bk. 20 Hymn 58 V. 3 menyatakan bahwa sungguh Tuhan itu Maha Besar
  • Pada Rigveda yg dianggap paling suci, pada Rigveda Bk. 1 Hymn 64. V. 46 dinyatakan : Tuhan itu Maha Esa, panggillah Dia dg berbagai nama. Di Islam juga ada 99 nama untuk Tuhan yang satu.
  • Juga diulangi pada Rigveda Bk. 10 Hymn 114 V. 5 menyatakan Tuhan itu satu tapi Dia disebut dg nama yg bermacam-macam
  • Pada Rigveda Bk. 2 Hymn 1 menyatakan bahwa ada 33 nama yg ditujukan pada Tuhan, diantaranya :
    • Rigveda Bk. 2 Hymn 1 V. 3 : Brahama (pencipta), bahasa arabnya Choliq. Umat muslim tidak keberatan kalau Allah dipanggil dg Khalik atau Creator, atau Brahama. Tapi kalau orang menyebutkan Brahama itu adalah Tuhan yg berkepala 4 dg mahkota, umat muslim sangat tidak setuju.
    • Shvetashvatara Upanishad Ch. 4 V. 19 menyatakan tidak ada satu makhlukpun yg menyerupai Tuhan.
    • Rigveda Bk. 2 Hymn 1 V. 3 : Vishnu (Wishnu) artinya Sustainer (pemelihara alam), yg memberi rizki. Bahasa arabnya adalah “Rabb”. Orang muslim tidak keberatan Allah disebut Rabb, Vishnu, Sustainer, Cheriser. Yg jadi masalah adalah Vishnu adalah Tuhan yg punya 4 tangan, tiap tangan memegang cakra, tangan kirinya memegang rumah kerang, menaiki seekor burung garuda sambil bersandar pada gulungan ular. Umat muslim tidak bisa menerima itu.
  • Apalagi Yajurveda Ch. 32 V. 3 menyatakan bahwa tidak ada rupa bagi Tuhan
  • Rigveda Bk. 1 Hymn 1 V. 1 menyebutkan : kami tidak menyembah kecuali Tuhan yg satu
  • Rigveda Bk. 6 Hymn 45 V. 6 menyebutkan “sembahlah Dia saja, Tuhan yang sesungguhnya”
  • Dalam Brahama Sutra disebutkan : “Hanya ada satu Tuhan, tidak ada yg kedua. Tuhan tidak berbilang sama sekali”.
Konsep Tuhan menurut Islam
Jawaban terbaik umat Islam tentang Konsep Tuhan adalah apa yg terdapat pada QS. Al-Ikhlas (112) : 1 – 4 :
  • Ayat 1 : Katakanlah, “Dialah Allah, Yang Maha Esa”
  • Ayat 2 : Allah tempat meminta segala sesuatu
  • Ayat 3 : Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,
  • Ayat 4 : dan tidak ada sesuatupun yang setara dengan Dia.
Ternyata ayat2x dalam kitab2x Hindu yg disebut diatas tadi mempunyai kecocokan dg apa yg tertulis dalam surat Al-Ikhlas, seperti sebagai berikut :
  • QS. Al-Ikhlas (112) : 1 = Chandogya Upanishad Ch. 6 Sec. 2 V. 1 –> Tuhan hanya satu.
  • QS. Al-Ikhlas (112) : 2 = Bhagavat Gita Ch. 10 V. 3 –> Dia adalah Tuhan semesta alam
  • QS. Al-Ikhlas (112) : 3 = Shvetashatara Upanishad Ch. 6 V. 9 –> Tuhan tidak punya bapak & ibu
  • QS. Al-Ikhlas (112) : 4 = Shvetashatara Upanishad Ch. 4 v. 19 dan Yajurveda Ch. 32 V. 3 –> tidak ada yg menyerupai Tuhan
Ayat2x dalam QS. Al-Ikhlas dalam Al-Qur’an dan ayat2x dalam kitab2x Hindu tadi adalah merupakan batu ujian terhadap keimanan. Jika ada yg mengatakan bahwa dia atau sesuatu itu Tuhan, masukkan pada ayat2x dari Qur’an dan kitab2x Hindu tadi, bila lulus, maka dia atau sesuatu itu benar adalah Tuhan, tapi kalau gagal maka dia/sesuatu itu bukanlah Tuhan.
Sebagai contoh :
Ada “sebagian” umat Hindu yg menyatakan bahwa Bhagwan Rajneesh adalah Tuhan. Dalam kitab suci Hindu memang tidak ada satupun yg menyatakan dia adalah Tuhan, tapi ada orang2x yg menyatakan dia sbg Tuhan. Untuk mengetahui seseorang/sesuatu adalah Tuhan, masukkan dalam ayat2x tadi, kalau lulus, dia benar Tuhan, kalau tidak berarti dia “Tuhan palsu”.
Al-Ikhlas ayat 1 : dia unik / hanya satu2xnya? Tidak. Masih banyak orang lain yg mengaku sebagai Tuhan. Banyak orang juga menjalani kehidupan seperti dia : makan, minum, tidur, berbicara, dll.
Al-Ikhlas ayat 2 : dia mutlak dan abadi? Tidak. Dia penderita asma, penyakit gula, dan nyeri punggung kronis. Tuhan penyakitan? Dan pada akhirnya dia juga mati seperti manusia lainnya. Tuhan mati?
Al-Ikhlas ayat 3 : dia tidak dilahirkan dan tidak punya ayah-ibu? Dia lahir di India dan punya ayah-ibu. Th 1981 dia pergi ke Amerika dan melakukan ribuan kunjungan di Amerika, kemudian membangun sebuah kota di daerah Oregon yg bernama Rajneesh furm. Tapi kemudian dia ditangkap di Amerika dan pemerintah Amerika menaruhnya di Furmbash. Dan dia mengaku sebagai Tuhan di Amerika. Dan orang yg mengaku Tuhan itu minta rokok ketika di penjara. Tuhan dipenjara? Tuhan minta rokok? Setelah dia kembali ke India, di kota Puna dia kembali membuat markas yg dikenal sbg masyarakat Osho. Di sana ada sebuah prasasti bertuliskan “Rajneesh tidak pernah lahir dan tidak pernah mati, pernah singgah di planet bumi pada tgl 11 des 1991 s/d 19 jan 1990”. Tapi mungkin mereka lupa mencantumkan kalau ia pernah tidak diijinkan masuk ke 21 negara karena tidak punya visa. Tuhan yg menciptakan dunia harus mengemis visa untuk masuk ke negara2x yg terdapat dalam bumi yg telah diciptakan-Nya ?
Al-Ikhlas ayat 4 : tidak ada makhluk yg menyerupai Tuhan. Jadi apapun dan siapapun di jagat raya ini yg dibandingkan dg Tuhan, maka dia bukanlah Tuhan. Rajneesh adalah manusia yg sama dg manusia lain. Makhluk apapun di alam semesta ini tidak ada yg akan lolos dari ayat ini untuk dapat dinyatakan sebagai Tuhan.
Orang Islam memanggil Tuhannya dengan nama “Allah”. Sekalipun kata “Allah” secara umum bisa diartikan sebagai Tuhan, tapi nama ini adalah nama yg unik, benar2x menyatakan ke-esa-an Tuhan, tidak bisa seperti kata “God” dalam bahasa Inggris yg bisa jadi Gods, Godes, God father, God mother, dll. yg tidak dapat digunakan untuk meyatakan ke-esa-an Tuhan. Bahkan kalau dalam bahasa Indonesia kita mengenal dua kata yg berbeda untuk “Tuhan” dan “Dewa”, maka kata “God” dalam bahasa Inggris tidak bisa membedakannya. Misalnya kata “God of gambler” bukan diartikan sebagai Tuhannya penjudi, tapi diartikan sebagai Dewa Judi.
Konsep kehidupan dan kematian dalam Hindu
Umumnya umat Hindu percaya apa yg dinamakan “Samsara”, yaitu perputaran kelahiran & kematian berulang kali, yg dikenal dg nama “Reinkarnasi”. Yaitu orang yang sudah mati rohnya akan berpindah pada sosok lain yang akan lahir kembali di dunia. Bila amalannya baik, maka ia akan terlahir kembali dg kehidupan yg lebih baik, tapi bila amalannya jelek ia akan terlahir kembali dg kehidupan yg buruk atau menjadi makhluk yg lebih rendah derajatnya. Begitulah terjadi berulang kali. Mereka mengatakan konsep Samsara inilah yg dapat menjawab mengapa ada orang yang lahir cacat dan miskin. Sebab untuk apa Tuhan menciptakan orang cacat dan orang miskin di dunia ini? Begitulah kepercayaan umum kebanyakan umat Hindu.
Akan tetapi ternyata hal ini tidak terdapat dalam Weda. Yg disebutkan Weda hanya “Punarjanam” atau hidup berikutnya atau hidup lagi, tapi bukan perputaran hidup-mati. Para cendekiawan Hindu mengatakan bahwa tidak pernah ada konsep perpindahan roh / reinkarnasi dalam Weda.
  • Rigveda Bk. 10 Hymn 16 V. 4 – 5 berbicara mengenai kehidupan sesudah mati, bukan perputaran hidup-mati.
  • Dalam Weda juga terdapat konsep surga dan neraka yg mirip dg konsep dalam Islam. Surga digambarkan sbg tempat yg sangat indah, banyak mengalir sungai susu, buah2xan bermacam-macam, tempatnya indah, dll. Neraka juga digambarkan mrip dg konsep dalam Islam, dimana neraka digambarkan dg gambaran api, dimana di neraka orang akan mengalami penderitaan.
Konsep kehidupan dan kematian dalam Islam
Terdapat beberapa ayat yg dapat jadi acuan :
  • QS. Al-Baqarah(2) : 28 menyebutkan bahwa manusia pada awalnya adalah mati, kemudian dihidupkan oleh Allah, lalu akan mati dan dibangkitkan kembali.
  • QS. Al-Mulk(67) : 2 menyebutkan bahwa Allah yg menciptakan hidup untuk jadi batu ujian. Hidup ini adalah ujian untuk kesuksesan di akhirat.
  • QS. Ali-Imran (3) : 185 menyebutkan bahwa setiap jiwa akan merasakan mati, pada hari akhir akan diperhitungkan semua amalan manusia. Orang2x yg selamat dari siksa api neraka dan memasuki surga, di sana mereka akan mendapatkan apa yg mereka inginkan di dunia, dunia ini hanyalah berisi permainan dan tipuan belaka.
  • QS. Al-Baqarah (2) : 24 isinya menjelaskan tentang neraka.
Dalam konsep Islam, manusia lahir ada yg kaya, miskin, sehat, cacat, semua adalah ujian bagi manusia. Dan karena ujian yg berbeda-beda itulah kehidupan bisa berlangsung.
Minuman keras dalam Hindu dan Islam
QS. Al-Maidah(5) : 90 menyebutkan larangan terhadap minuman keras, judi, menyembah berhala, mengundi nasib, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan syaitan. Dan menyuruh menjauhi perbuatan itu agar mendapat keberuntungan.
Dalam Hindu ternyata juga ada konsep yg serupa :
  • Minuman keras dilarang dalam kitab2x Hindu : Manusmriti Ch. 9 V. 235, Manusmriti Ch. 11 V. 55, Rigveda Bk. 8 Hymn 2 V. 12, dan banyak lagi bagian yg lain
  • Judi dilarang dalam kitab Weda, misalnya : Rigveda Bk. 10 Hymn 34 V. 3
  • Mengundi nasib dg bermain dadu dilarang, mis : Rigveda Bk. 10 Hymn 34 V. 13
  • Hal2x yg berhubungan dg meramal adalah dosa, mis : Manusmriti Ch. 9 V. 258
Poligami dalam Hindu dan Islam
Telah dikenal secara luas bahwa dalam Islam terdapat konsep poligami. Masalah yg belakangan sempat jadi isu kontroversial dg pendapat yg pro dan kontra. Secara umum pula banyak orang (di dalam ataupun di luar Islam) telah menganggap bahwa konsep poligami hanya ada di agama Islam. Tentang topik ini lebih lengkap anda bisa membaca tulisan saya tentang Poligami.
Di Islam konsep Poligami terdapat dalam surat An-Nisa’ ayat 3. Bagaimana dalam Hindu? Adakah disebutkan tentang poligami? Beberapa yg hal dapat dijadikan acuan adalah :
  • Vishnusutra Ch. 24 V. 1 menyebutkan kalau ayahanda Sri Rama punya 4 istri
  • Mahabarata Anushasana Parva Sec. 15 menyebutkan Krisna punya 16100 istri
  • Jika dianalisa, orang Hindu boleh mempunyai istri berapapun ia mau, hanya pemerintah India saja yg membatasi dg mengeluarkan undang2x perkawinan pd th 1956 bahwa orang Hindu hanya boleh menikah dg 1 istri, sedangkan kitab sucinya membolehkan sesukanya.
  • Dalam data pemerintah India, terdapat data poligami dari seluruh penduduk India, bahwa dalam kurun waktu 10 tahun dari tahun 1961 – 1971 orang muslim yg berpoligami sebanyak 4.31% dari jumlah komunitasnya, sedangkan orang Hindu yg poligami adalah sebanyak 5.06% dari jumlah komunitasnya.
Jihad dalam Hindu dan Islam
  • Hindu juga punya konsep Jihad yg sama dg Islam yaitu berjuang/berperang melawan kebathilan, seperti pada : Bhagavat Gita 2 : 50 ketika Krisna menyuruh Arjuna untuk berjihad, “Berjihadlah engkau demi memperoleh “Yoga” (syahid). Jihad itu demi kebaikan kamu, Jihadlah!
  • Kalau di Al-Qur’an terdapat kisah2x tentang perang, Kitab Mahabarata adalah kitab yg berisi peperangan antara Pandawa dan Kurawa. Kitab setebal ribuan halaman itu isinya hanya kisah peperangan.
  • Bhagavat Gita –> adalah berisi nasihat Sri Krisna kepada Arjuna di medan pertempuran
  • Bhagavat Gita Ch.1 V. 42-46 –> Arjuna berkata pada Sri Krisna kalau ia lebih baik mati tak bersenjata tanpa perang daripada harus membunuh saudara sepupu (Kurawa)
  • Bhagavat GitaCh. 2 : 2 –> Krisna berkata, “Oh Arjuna kenapa pikiran kotor itu bisa masuk ke dalam benakmu? Kalau engkau enggan berperang, engkau tidak akan masuk surga, kenapa engkau berkata seperti itu, itu bisa melemahkan hatimu.”
  • Bhagavat Gita Ch. 2 : V.31-33 –> Hai Arjuna, kamu ini satria, kamu harus berperang. Dengan begitu engkau akan masuk surga, mereka tidak.
Rukun Islam dalam Hindu
Hadits Bukhari Vol 1 kitab Iman hadits no 8 menyatakan : Islam itu terdiri atas 5 tiang : Syahadat, Sholat, puasa, zakat, haji.
  • Syahadat –> kesaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah (konsep Tuhan yang Esa) dan Muhammad adalah utusan Allah. Di atas sudah dibuktikan bahwa konsep Tuhan yang Esa memang ada dalam Hindu. Dan tentang Muhammad adalah utusan Tuhan juga sudah pernah kita bahas di tulisan “Muhammad adalah nabi umat Hindu?”
  • Sholat –> kegiatan utama dlm sholat adalah bersujud, seperti terdapat pada : QS. Ali-Imron(3) : 43 dan QS. Al-Hajj(22) : 77. Dalam Hindu ada banyak bentuk peribadatan, salah satunya disebut “Shastang” yg artinya menyembah dg 8 anggota badan. Bila kita perhatikan sujud juga dilakukan dg 8 anggota badan, yaitu : dahi, hidung, 2 telapak tangan, 2 lutut, dan 2 kaki. Jadi dalam Hindu juga ada konsep beribadah dg bersujud seperti dalam sholat.
  • Zakat –> Rigveda Bk. 10 Hymn 117 ayat 5 menjelaskan tentang berderma.
  • Puasa –> Manusmriti Ch. 4 ayat 222 dan Manusmriti Ch. 6 ayat 24 menyebutkan tentang puasa
  • Rigveda Bk. 3 Hymn 29 ayat 4 menyebutkan tentang “Ilaspad” yg artinya adalah juga baitullah. Dan juga dikatakan berada ditengah2x dunia “prathvi”. Dan kita tahu letak Mekkah ada ditengah dunia pada daerah garis Katulistiwa. Hal yg sama Juga disebut pada Rigveda Bk. 1 Hymn 128 V. 1
Jadi ternyata dalam Hindu juga terdapat konsep yang mirip dg Rukun Islam.
Kembali ke ajaran kitab suci
Sumber referensi pada akhir ceramahnya menyampaikan suatu hal yang sangat menarik tentang ajakan untuk kembali ke kitab suci sebagai dasar utama ajaran agama. Karena hanya dengan kembali ke kitab suci-lah seseorang dapat menemukan esensi sebenarnya dari ajaran agamanya yg mungkin saja tidak pernah diketahuinya karena minimnya akses umat ke kitab suci, dan selama ini hanya menerima saja apa yg diberikan oleh pemimpin agama mereka. Masalahnya adalah banyaknya para pemuka agama yg melarang umatnya untuk membaca kitab suci, membuat terhalangnya umat untuk memahami kitab sucinya.
Islam yg tidak mengenal konsep kependetaan sebagai perantara antara umat dan Tuhannya dapat menjadi contoh yg bagus dimana justru dengan tidak adanya konsep kependetaan itu membuat umat Islam mempunyai akses terhadap kitab sucinya jauh lebih besar dibandingkan umat2x agama lainnya.
Ia juga berpendapat, seperti umat Islam yg tetap menjaga bahasa arab dalam Al-Qur’an, seharusnya umat Hindu juga menghidupkan lagi bahasa Sansekerta sebagai alat untuk memahami kitab sucinya, karena seperti yg sudah sering berhasil ia buktikan dalam berbagai diskusi agama, sebuah kitab suci akan lebih dapat dipahami dg benar apabila ia dibaca dan dipahami melalui bahasa aslinya. Ia mengatakan, Jika orang Hindu memahami kitab sucinya dg baik, mereka akan menemukan bahwa kitab suci Hindu dan Islam sama berbicara tentang Tuhan yg satu, mereka akan punya misi yg sama seperti yg dikatakan oleh nabi Muhammad, dan mereka akan percaya adanya kehidupan setelah kematian.
Beberapa pertanyaan yg mungkin timbul dari apa yg dipaparkan di atas tadi adalah :
Kalau ternyata banyak ajaran yg sama antara Hindu dan Islam, apakah itu berarti bahwa umat Hindu juga bisa disebut Ahlul Kitab? 
Jawaban ini mungkin bisa mewakili : “Dalam pandangan Islam, mungkin saja kitab Hindu adalah dari Tuhan dan tokoh2xnya adalah nabi utusan Tuhan. Tapi andaikata itu benar, itu hanya untuk masa lalu, setelah nabi Muhammad datang dg ajarannya, itulah yg harus diikuti..”.  
Dalam ajaran Islam jelas menyatakan bahwa pada masa sebelum Al-Qur’an dan nabi Muhammad, sudah terdapat ajaran dan kitab2x suci dari Tuhan, tetapi setelah nabi Muhammad dan Al-Qur’an muncul, itulah versi terakhir dan terlengkap untuk menyempurnakan semua ajaran2x Tuhan yg telah diturunkan sebelumnya.
Lantas kalau agama Hindu itu memiliki banyak kesamaan dg Islam, apakah kita setuju dg pendapat bahwa semua agama adalah sama? Beberapa hal berikut bisa menjadi pertimbangan :
  • Kalau semua agama sama, tidak akan ada orang yg berdakwah untuk agamanya. Bahkan semua orang tidak akan keberatan untuk berpindah agama sebulan sekali misalnya. Tapi kenyataannya tidak mudah bagi seseorang untuk berpindah agama, termasuk mereka yg sering berteriak menyatakan bahwa semua agama adalah sama. Hanya mereka yg benar2x telah menemukan alasan yg benar2x kuat secara pribadi-lah yg mampu melakukannya.
  • Mengatakan semua agama sama adalah seperti menanyakan 2+2 = berapa? apakah 2, 3, atau 4?, lalu ada orang yg menjawab bahwa semuanya benar. Hal ini tentu saja tidak benar. Dari sekian banyak agama pasti ada yg 100% firman Tuhan. Tidak masalah mana yg seorang percayai kalau ia yakin pilihannya adalah 100% benar, karena itu adalah haknya. Tapi karena perbedaan itu pasti ada, cara terbaik mengetahui mana yg paling baik dan paling benar, adalah dg mengumpulkan semua kitab suci agama2x dan mempelajarinya, kemudian memilih yg paling baik dan paling benar diantaranya.
  • Maka kalau kita ingin mengetahui apakah semua agama memang sama, atau apakah semua agama memang beda dan ingin mengetahui yg paling benar diantaranya (dan ini merupakan hak setiap orang), jalan satu-satunya adalah dengan mempelajari dan mendalami perbandingan agama dg mencari tahu sebanyak mungkin ajaran2x utama dari berbagai agama (nomor 1 adalah dari kitab sucinya) dan mengadakan studi komparatif secara ilmiah terhadapnya. Karena kalau kita juga mempelajari agama2x lain untuk mencari kebenaran yg merupakan hak semua orang, maka insyaallah Tuhan juga akan menunjukkannya pada kita.
-rkh-
“Tulisan ini dibuat bukan untuk menggali perpecahan, tetapi justru untuk menanam kebersamaan sesuai dg tema ceramah dari sumber referensi yg dg ceramahnya itu berharap agar umat kedua agama dapat melihat sebuah inti persamaan dalam agama mereka, sehingga mereka akan lebih mudah untuk bersatu (hal ini didasarkan pada kerapnya terjadi pertikaian antara kedua pemeluk agama tsb di India sana).”
“Tentu saja orang boleh berbeda pendapat asal dapat menyikapinya secara baik dan dewasa. Semoga dapat berguna bagi kita semua dalam pencarian kebenaran yg hakiki.”
Referensi :
– Ceramah dr. Zakir Abdul Karim Naik, seorang ulama perbandingan agama terkenal dari India, dalam topik : “Persamaan antara Hindu dan Islam”
Ditulis dalam Agama, Artikel, ISLAM, Perbandingan agama | 89 Komentar
Be the first to like this post.
89 Tanggapan – tanggapan
  1. di/pada September 11, 2007 pada 7:59 am | Balas Irwan
Waduh jd ga bisa ngomong nih
  1. di/pada September 11, 2007 pada 9:37 am | Balas rkh
@ Irwan
Gak papa kok kalo jadi gak bisa ngomong..
Topiknya memang “berat” dan sedikit kontroversial, tapi yg jelas gak ngawur. Tulisan ini banyak dibaca saja aku sudah senang, karena yg penting informasinya sampai.
Yg jelas di sini gak ada spam dan gak ada komentar yg diubah..
  1. di/pada September 21, 2007 pada 9:49 am | Balas Moslem
SEMOGA ALLAH MELIMPAHKAN LEBIH BANYAK ILMU KEPADA KITA SEMUA SEHINGGA KITA BISA BERDAKWAH DAN MENINGKATKAN KEIMANAN KITA. AMIN YA ROBBAL ALAMIN.
GREAT TOPICS. TOP ABIS.
——–
rkh :
Terima kasih. Alhamdulillah..
Tapi lain kali tolong menulis komentarnya jangan pakai huruf besar semua ya.. pasti akan terlihat lebih bagus..
  1. di/pada September 24, 2007 pada 2:55 am | Balas ritma
ass
thank’s bgt coz dg artikel ini aq bs mengajak cowkq sgr mjd mu’allaf. btw kalo ada lg artikel ttg hindu n islam, minta yaa…
wass
  1. di/pada September 24, 2007 pada 3:58 am | Balas rkh
@ritma
wa’alaikum salam.
Halo ritma..
Terima kasih. Alhamdulillah. Memang niat saya sharing informasi di sini adalah juga untuk berdakwah. Jadi saya tentu senang sekali kalau tulisan saya dapat berguna membuat seorang menjadi muallaf.
Insyaallah kalau ada informasi lain saya akan sharing lagi di sini.
  1. di/pada September 29, 2007 pada 2:44 pm | Balas igusti putu b
semua agama yang diturunkan kedunia ini mempunyai misi demi kebaikan pemeluknya. tidak ada satu agama pun yang menyerukan umatnya untuk berbuat tak terpuji. tapi dengan nama yang berbeda dari masing-masing agama itu menibulkan keegoisan bagi pemeluknya dengan merasa paling benar sangat disayangkan, apa yang tidak sama dari agama didunia ini semua agama adalah sama yang intinya untuk kebaikan moral. saya sangat yakin bahwa tuhan hanya menginginkan umatnya untuk berbuat kebaikan. saya sangat setuju dengan tulisan anda bahwa hindu dan islam adalah sama, sama dalam arti mengajarkan tentang kebaikan. saran saya bagi pemeluk agam hindu yakinlah apa yang anda anut yaitu agama yang selalu mengajarkan tentang kebaikan dan tuhan hanya menginginkan untuk berbuat baik itulah yng diinginkan tuhan untuk menyembahnya. sanatama dharma.
——————
rkh :
Halo lagi mas Putu, kita langsung saja ya..
semua agama yang diturunkan kedunia ini mempunyai misi demi kebaikan pemeluknya. tidak ada satu agama pun yang menyerukan umatnya untuk berbuat tak terpuji. tapi dengan nama yang berbeda dari masing-masing agama itu menibulkan keegoisan bagi pemeluknya dengan merasa paling benar sangat disayangkan, apa yang tidak sama dari agama didunia ini semua agama adalah sama yang intinya untuk kebaikan moral. saya sangat yakin bahwa tuhan hanya menginginkan umatnya untuk berbuat kebaikan.
Anda benar, Tuhan tidak akan menurunkan agama untuk menyesatkan pemeluknya, jadi pasti semua ajaran yg diturunkan Tuhan itu adalah baik adanya. Saya setuju sekali dg anda. Hanya saja, seringkali manusianya sendiri yg salah manafsirkannya, bahkan seringkali mengubah-ubah pesan2x Tuhan itu sesuai dg kehendak dan kepentingannya sendiri saja, sehingga “wajah” agama itu menjadi berbeda dg aslinya saat diturunkan. Kalau hanya masalah nama saja sedangkan ajarannya sama memang tidak masalah, tapi kenyataannya agama2x yg ada di dunia ini benar2x berbeda satu sama lain kalau menurut kepercayaan masing2x umat pemeluk agama itu. Tapi kalau kita merujuk pada kitab sucinya sbg dasar agamanya, kita akan menemukan hal2x yg menarik di sana, spt yg telah berhasil dibuktikan dg baik oleh sumber referensi tulisan saya di tulisan ini. Hal sama juga telah saya bahas di tulisan saya “Tuhan dan Agama, mana yang anda pilih?”
Tuhan juga menurunkan agama kepada manusia itu adalah bertahap, sesuai dg kondisi lingkungan dan kemampuan berpikir manusia pada masa itu. Umumnya agama2x itu diturunkan Tuhan hanya untuk suatu wilayah tertentu saja dan untuk waktu2x tertentu saja, tidak untuk selamanya, jadi dalam agama2x itu umumnya Allah juga memberikan informasi akan datangnya agama kebenaran yg abadi yg harus mereka ikuti setelah kedatangannya nanti, yaitu ajaran yg dibawa oleh nabi Muhammad. Dan itulah yg saya tunjukkan di tulisan ini.
saya sangat setuju dengan tulisan anda bahwa hindu dan islam adalah sama, sama dalam arti mengajarkan tentang kebaikan. saran saya bagi pemeluk agama hindu yakinlah apa yang anda anut yaitu agama yang selalu mengajarkan tentang kebaikan dan tuhan hanya menginginkan untuk berbuat baik itulah yng diinginkan tuhan untuk menyembahnya. sanatama dharma.
Benar, agama seharusnya memang mengajarkan kebaikan dan kebenaran yg dalam hal ini di Hindu dan Islam mestinya juga sama. Bila merujuk pada kitab suci kedua agama, banyak sekali konsep2x yg sama. Pertanyaannya adalah kenapa ajaran yg dipercayai umat Hindu awam umumnya berbeda? Saya juga mengungkapkan pada tulisan saya “ Tuhan dan Agama, mana yang anda pilih” bahwa pada saat suatu agama disampaikan ke umatnya oleh para pemuka agamanya, banyak hal yg bisa mempengaruhi spt kebudayaan setempat, pemahaman/kepercayaan pribadi si pemuka agama itu, dan mungkin juga ajaran2x lain yg sebenarnya tidak ada dalam ajaran kitab sucinya. Maka di tulisan ini juga saya cantumkan pernyataan dari sumber referensi tentang pentingnya kembali ke ajaran kitab suci dan pentingnya suatu umat untuk bisa mengakses dan memahami kitab sucinya secara langsung, tidak hanya melulu melalui para pendetanya.
Sbg informasi tambahan, sumber referensi yg telah melakukan ceramah tentang topik ini dihadapan ribuan umat Hindu di India sana termasuk para pendetanya(yg umumnya terlihat mencatat semua ayat2x yg ia sebutkan, mungkin untuk dicocokkan nanti dirumah masing2x), dalam kesempatan ceramah yg lain dia menyatakan telah mendapat konfirmasi dari ratusan orang diantaranya yg kemudian memeluk agama Islam (Alhamdulillah..). Sedangkan ribuan yg lainnya tetap pada agama lamanya. Mengubah apa yg sudah menjadi suatu keyakinan sejak lahir memang tidak mudah, baik informasi yg baru itu lebih benar atau tidak dari keyakinan lamanya. Tentang alasan yg mereka pakai untuk kemudian memeluk Islam dan yg tidak, itu sepenuhnya memang hak pribadi mereka masing2x.
Jadi saya juga menegaskan di sini, bahwa bagi saya, informasi dan kebenaran itu harus disampaikan. Semua orang punya hak untuk mendapatkan kebenaran. Mengenai apa dan bagaimana sikap dan pendapat dari masing2x orang setelah kebenaran itu datang padanya, adalah mutlak milik orang itu sendiri. Tidak boleh ada seorangpun yg memaksakan pendapatnya pada orang lain. Itu pasti.
Terima kasih. Salam.
MBAH SURIP (PESAN SPIRIT YANG HAKIKI)
Kita masih ingat, publik di Indonesia baru-baru ini di hebohkan oleh kehadiran sesosok Mbah Surip yang fenomenal dengan lagunya “TAK GENDONG”. Semua generasi sangat terhenyak dengan lagu tersebut. Padahal lagu tersebut sudah dirilis lama tapi baru saat ini meng”hebohkan” kita. Hampir semua level generasi (anak-anak, dewasa, generasi tua, dsb) sangat familiar sekali dengan lagu tersebut. Lirik lagunya yang sangat sederhana dan bahkan karena sederhananya, pernah diajukan ke salah satu rumah rekaman ditolak. Namun siapa bisa menyangka akhirnya lagu tersebut bisa “meledak”. Semua orang sangat mudah men”cerna”nya bahkan anak-anak kecil yang baru berumur 2-3 tahunan sangat familiar dengan lagu tersebut. Namun belum puas publik dengan lagu tersebut, publik dikagetkan lagi bahwa si penyanyi tersebut telah tiada tanpa sebelumnya kelihatan menderita sakit. Publik Indonesia pun heboh kedua kalinya. Pertama heboh dengan kemunculan Mbah Surip dengan lagunya “TAK GENDONG’ dan heboh dengan kematiannya Mbah Surip yang mendadak.
Lagu Mbah Surip, “TAK GENDONG” tersebut kalau kita rasakan punya pesan-pesan spirit yang sangat dalam dan hakiki. Salah satu cuplikan bait lagu tersebut yakni “Tak Gendong kemana-mana, tak gendong kemana-mana” punya makna yang hakiki. Coba dirasakan, bahwa tak gendong itu URIP/HIDUP/ATMA nya kita, yang dengan setia selalu mendampingi kita kemana saja, beraktivitas apa saja bahkan saat kita tertidur lelappun, URIP kita tetap menggendong kita. Coba kita renungkan seandainya saat kita tertidur lelap, PENGGENDONG/ URIP tadi meninggalkan kita(badan kasar kita) apa yang terjadi….. ……??? ???? Syukur jika saat tertidur lelap betul-betul lelap tanpa sedang bermimpi buruk. Bisa dibayangkan jika kita sedang bermimpi buruk dan menakutkan?? ????, kemana kita harus kembali supaya sadar dari mimpi, sementara tadi kesadaran fisik kita sudah tidak ada akibat sudah ditinggalkan oleh PENGGENDONG/ URIP.Kondisi bermimpi buruk tersebut akan kita alami miliaran tahun dan disitulah kita akan bersaksi kondisi neraka yang sebenarnya.
Nama ”Mbah Surip” punya makna tersendiri. Sebagai tanda untuk menyadarkan kita bahwa sembahlah urip mu. Sembahyang bisa diartikan sembah-”yang” (yang jika dikonotasikan ke bahasa bali artinya tiyang), sembah ”tiang” (URIP itu sendiri). Selama ini kita sering berdebat pada fisik/lahiriah dan belum muncul kesadaran akan kesejatian yang sama. URIP itu ya TUHAN itu sendiri yang secara mikroskomos berada dalam diri kita dan secara makrosmos yakni alam itu sendiri (alam semesta). Dalam lirik lagunya Mbah Surip tersebut menyadarkan kita bahwa jika kita tidak ingat dengan si PENGGENDONG kita, menjadi wajar akan ditinggalkan. Jika kita ditinggalkan oleh si PENGGENDONG/ URIP tadi akhirnya apapun kehebatan yang kita miliki (gelar, status sosial, kaya, miskin, kasta, dsb) tidak punya makna. Kenapa? Karena saat penggendong tersebut meninggalkan kita itu artinya kita sudah MATI, seperti Mbah Surip dengan lagunya ”TAK GENDONG” dan dia sendiri tidak ingat dengan PENGGENDONG/ URIP yang bersemayam dalam dirinya akhirnya harus mati.
Kesadaran diri yang hakiki akan URIP yang menggendong kita Saat ini perlu dikembangkan. Permasalahannya adalah, metode apa yang dipakai untuk masuk ke tingkat kesadaran URIP yang hakiki tersebut. Sementara, URIP itu sendiri tidak mengenal ruang dan waktu. Artinya lintas keyakinan/aliran kepercayaan, agama, profesi, gelar status sosial, kaya, miskin, dsb. URIP itu universal dan bersemayam dalam diri manusia, hewan, tumbuhan, dsb. Manusia yang URIP/HIDUP dan menggerakan fisik manusia sehingga bisa melakukan aktivitas. Metode yang universal tentunya akan menjawab permasalahan tersebut. Kita berkeyakinan pasti ada KUNCI nya untuk membuka kesadaran diri yang hakiki akan URIP, karena URIP itu Universal. KUNCINYA ADALAH PANCA GAIB ITU SENDIRI (SINGKIR, KUNCI, PAWELING, ASMO, MIJIL)

WallahHU'Alam.
Sumber:

 

. . 
~*~*~***~LadingEMAS~***~

No comments:

~*~*~*~ Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... ~*~*~